Minggu, 15 Juli 2018

Perawatan prefentif dan sistemnya

1. Perawatan yang bersifat preventif
Perawatan ini dimaksudkan untuk menjaga keadaan peralatan sebelum peralatan itu menjadi rusak . pada dasarnya yang dilakukan adalah perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan - kerusakan yang tak terduga dan menentukan keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi . Dengan demikian semua fasilitas – fasilitas produksi yang mendapatkan perawatan preventif akan terjamin kelancaran kerjanya dan selalu diusahakan dalam kondisi yang siap digunakan untuk setiap proses produksi setiap saat . Hal ini memerlukan suatu rencana dan jadwal perawatan yang sangat cermat dan rencana yang lebih tepat.

Perawatan preventif ini sangat penting karena kegunaannya yang sangat efektif didalam fasilitas – fasilitas produksi yang termasuk dalam golongan “ critical unit “ sedangkan ciri – ciri dari fasilitas produksi yang termasuk dalam critical unit ialah kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan :
Membahayakan kesehatan atau keselamatan para pekerja
Mempengaruai kualitas produksi yang dihasilkan
Menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi
Harga dari fasilitas tersebut cukup besar dan mahal

Dalam prakteknya perawatan preventif yang dilakukan oleh suatu perusahaan dapat dibedakan lagi sebagai berikut :
Perawatan rutin , yaitu aktivitas pemeliharaan dan perawataan yang dilakukan secara rutin ( setiap hari ) . Misalnya pembersihan peralatan pelumasan oli , pengecekan isi bahan bakar , dan lain sebagainya .
Perawatan periodic , yaitu aktivitas pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodic atau dalam jangka waktu tertentu , misalnya setiap 100 jam kerja mesin , lalu meningkat setiap500 jam sekali , dan seterusnya . Misalnya pembongkaran silinder , penyetelan katup – katup , pemasukan dan pembuangan silindermesin dan sebagainya .
Perawatan preventif akan menguntungkan atau tidak tergantung pada :
Distribusi dari kerusakan
Pada penjadwalan dan pelaksanaan perawatan preventif harus memperlihatkan jenis distribusi dari kerusakan yang ada , karena dengan mengetahui jenis distribusi kerusakan dapat disusun suatu rencana perawatan yang benar – benar tepat sesuai dengan latar belakang mesin tersebut .
Hubungan antara waktu perawatan prerventif terhadap waktu , perbaikan , hendaknya diantara kedua waktu ini diadakan keseimbangan dan diusahakan dapat dicapai titik maksimal . jika ternyata jumlah waktu untuk perawatan preventif lebih lama dari waktu menyelesaikan kerusakan tiba – tiba , maka tidak ada manfaatnya yang nyata untuk mengadakan perawatan preventif , lebih baik ditunggu saja sampai terjadi kerusakan .
Walaupun masih ada suatu factor lainyang perlu diperhatikan yaitu apabila ternyata jumlah kerugian akibat rusaknya mesin cukup besar yang meliputi bianya – biaya :
Buruh menganggur
produksi terhenti
biaya penggantian spare part
Kekecewaan konsumen
maka walaupun waktu untuk menyelesaikan perawatan preventif sama dengan waktu untuk menyelesaikan kerusakan , perawatan preventif masih dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan .
Perawatan adalah suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas dan peralatan pabrik serta mengadakan perbaikan atau oenggantian yang diperlukan agar terdapat suatu keadaan operasi produksi yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Perawatan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan tindakan-tindakan sebagai berikut (Effendi, 2008).
Pemeriksaan (Inspection), yaitu tindakan pemeriksaan terhadap mesin atau system untuk mengetahui kondisi, apakah mesin atau system tersebut dalam kondisi yang memenuhi persyaratan yang telah diteteapkan atau tidak.
Perawatan (Service), yaitu tindakan untuk menjaga kondisi suatu system agar tetap baik. Biasanya telah terdapat diatur pada Manual Book system tersebut.
Penggantian komponen (Replacement), yaitu ,melakukan penggantian komponen yang rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi. Penggantian ini mungkin dilakukan secara mendadak atau dengan perencanaan terlebih dahulu.
Repair dan Overhaul, yaitu kegiatan melakukan perbaikan secara cermat serta melakukan suatu set-up system. Tindakan repair merupakan kgiatan perbaikan yang dilakukan setelah system mencapai kondisi gagal beroperasi (Failed Stated), sedangkan Overhaul dilakukan sebelum Failed Stated terjadi.
Menurut Effendi (2008), Secara umum kegiatan perawatan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu perawatan pencegahan (preventive maintenance) dan perawatan perbaikan (corrective maintenance)
Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Perawatan pencegahan (preventive maintenance) merupakan pencegahan sistematis, penjadwalan berkala dengan interval tetap, dan melaksanakan pembersihan, pelumasan, serta perbaikan mesin atau system dengan baik dan tepat waktu. Kegiatan ini dilakukan untuk mencgah timbulnya kerusakan dan menemukan kondisi yang dapat menyebabkan system mengalami kerusakan pada saat dipergunakan dalam proses produksi. Dalam pelaksanaanya, kegiatan perawatan pencegahan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:

Perawatan rutin (Routine Maintenance), kegiatan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari.
Perawatan berkala (Periodic Maintenance), kegiatan perawatan yang dilakukan secara berkala dan dalam jagka waktu tertentu, misalnya setiap satu minggu sekali, hingga satu tahun sekali. Perawatan ini dapat dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin.
Perawatan Perbaikan (Corrective Maintenance)

Perawatan perbaikan (corrective maintenance) merupakan kegiatan yang dilakukan setelah komponen benar-benar telah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi dan berproduksi. Kerusakan komponen ini biasanya akan ditandai dengan ditemukannya produk yang dihasilkan tidak sedikit mengalami kecacatan (Nandiroh, 2006). Tujuan dari perawatan adalah untuk menjaga serta mempertahankan kelangsungan operasional dan kinerja system agar produksi dapat berjalan tanpa hambatan (Mardiananto, 2010). Jika suatu sistem mengalami kerusakan maka akan memerlukan perawatan perbaikan. Perusahaan-perusahaan di Indonesia, beberapa ada yang menerapkan corrective maintenance dan ada pula yang menerapkan preventive maintenance. Contoh perusahaan yang menerapkan Preventive maintenance adalah Pabrik Kelapa Sawit PT Citra Borneo Indah dan PT Suradi Sejahtera Raya (Asphalt Mixing Plant) sedangkan pada PT Newmont Nusa Tenggara (mining company) menggunakan corrective maintenance. Namun, setelah diteliti pada PT Newmont Nusa Tenggara diaggap bahwa  perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance). Karena sangat penting bagi perusahaan untuk mencegah terjadinya kecacatan produk masal dan mencegah terjadinya down time produksi.Untuk membuktikan dugaan tersebut, maka diperlukan untuk menganalisis penentuan mesin kritis. Mesin kritis adalah mesin yang mengalami frekwensi kerusakan terbesar dengan total downtime terbesar. Untuk penentuan mesin kritis ini, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu downtime produksi dari tiap-tiap mesin yang ada. Analisis yang dapat dilakukan yaitu dengan Analisis Perhitungan Mean Time To Repair (MTTR), perhitungan MTTR ini adalah berdasarkan data downtime, yang sebelumnya juga dilakukan uji kecocokan distribusi dan hasilnya sesuai; dan Analisis Perhitungan Mean Time To Failure (MTTF) (Nandiroh, 2006).
Ada pula perusahaan yang mengembangkan bentuk preventive maintenance yaitu dengan Model Perawatan Smith & Dekker yang bertujuan unutk mendapatkan biaya perawatan yang minimum. Smith M.A.J. dan R. Dekker (1997) mengembangkan suatu model yang menggabungkan model availabilitas dan model perawatan pencegahan dengan memperhatikan uptime dan downtime dari sistem. Model ini merupakan model 1 out of n system, yaitu sebuah model yang terdiri dari satu mesin yang beroperasi dan didukung oleh (n-1) buah mesin cadangan. Model 1 out of n system juga dapat diterapkan pada komponen-komponen yang dapat diganti. Selain itu model ini menggunakan distribusi kerusakan yang meningkat terhadap waktu. Pendekatan yang dilakukan yaitu waktu yang dibutuhkan untuk perawatan pencegahan sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk perawatan perbaikan. Model Perawatan pencegahan yang telah ada dan dikembangkan oleh R. Dekker ditujukan dapat mempengaruhi terhadap keluarnya biaya yang dibutuhkan akan menjadi lebih sedikit. Hal tersebut dapat terjadi karena perawatan pencegahan memerlukan waktu yang lebih kecil jika dibandingkan dengan perawatan perbaikan sehingga uptime yang diharapkan dari system juga meningkat (Sodikin, 2011).
Selain pada pengembangan model perawatannya, adapula penelitian yang menggabungkan model perawatan preventive maintenance dengan Desain Modularity. Tujuannya untuk mendapatkan biaya perawatan yang minimum pula. Preventive maintenance mempunyai kelebihan mengeluarkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan corrective maintenance. Namun, itu dirasa tidak cukup sehingga ada peneliti yang mencoba menggabungkannya dengan desain mesin Modularity yang kaitannya dengan waktu yang dihabiskan saat melakukan preventive maintenance. Modularity memberikan desain fleksibilitas untuk melakukan perubahan dalam proses. Keuntungan dari modularity yaitu kemudahan dalam update produk, meningkatkan variasi produk, menurunkan order lead time, memudahkan desain dalam pengujiannya, dan mengurangi biaya life cycle dengan mengurangi jumlah proses dan mengurangi proses yang berulang (Effendi, 2008).
Uraian-uraian tersebut diatas adalah kelebihan yang dapat diperoleh dari  preventive maintenance yang dapat menurunkan biaya perawatan dan mudah digabungkan dengan pengembangan model perawatan lainnya sehingga dapat diperoleh biaya perawatan yang semakin kecil tanpa mempengaruhi waktu operasi produksi perusahaan.

Sumber :
Effendi, Yunus. 2007. Perencanaan Model Preventive Maintenance dengan Desain Modularity untuk Penggantian Komponen Produksi RG4 yang Optimal di PT. X. Jurnal Teknologi & Manajemen Informatika, Volume 6 Nomor 3, Agustus 2008. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

Mardiananto, G.. 2010. Analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan Pendekatan Model Preventive Maintenance Smith and Dekker Pada Komponen Kritis, Skripsi, Jurusan Teknik Industri IST AKPRIND, Yogyakarta.

Nandiroh, Siti., dkk. 2006. Waktu Perawatan Untuk Pencegahan Pada  Komponen Kritis Cyclone Feed Pump Berdasarkan Kriteria Minimasi Down Time. Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 5 No. 1, Agustus 2006. Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Sodikin, Imam. 2011. Penentuan Kombinasi Waktu Perawatan Preventif dan Jumlah Persediaan Komponen Guna Meningkatkan Peluang Sukses Mesin dalam Memenuhi Target Produksi. Jurnal Teknologi, Volume 4 Nomor 2, Desember 2011, 120- 127. Jurusan Teknik Industri , Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND. Yogyakarta.

Sabtu, 12 Mei 2018

Perawatan Pada Rantai Motor

PENDAHULUAN
BAB I

            1.1            Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah kedalam banyak bidang ilmu pengetahuan, tidak terkecuali dalam bidang teknik otomotif. Perkembangan otomotif sekarang ini sangatlah pesat. Kehidupan sekang ini tidak jauh dari transportasi sperti kendaraan motor, mobil dan yang lainnya karena sudah menjadi kebutuhan sebagai alat transportasi dalam mendistribusikan bidang sandang, pangan dan papan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dibidang teknik otomotif, terdapat banyak sistem seperti sistem penggerak, chasis, electrical, pendingin, bahan bakar, pengereman dll. Dalam pengaplikasian ilmu otomotif agar dapat melakukan perawataan pada mesin. mesin beroperasi sesuai kebutuhan manusia akan mengalami penurunan performa dari setiap sistem yang ada dikendaraan tersebut, maka dari itu perlu dilakukan service berkala sesuai dengan kerusakannya.
Dalam suatu kendaraan rantai adalah sejenis konveyor besi yang memiliki rangkaian tabung silinder besi dan plat tipis yang mengikat silinder tersebut yang saling mengunci sehingga memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memindahkan tenaga dengan lentur tanpa ada halangan sudut dengan lancar dan baik. rantai yang baik adalah rantai yang selalu mendapatkan perawatan yang baik pula, karena rantai ini bisa menjadi sangat rentan jikakita tidak melakukan perawatan dengan baik

             1.2          Rumusan Masalah
            Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Mengapa terjadinya karat pada rantai motor.
2. Mengapa terjadinya pengendoran pada rantai motor.
3. Mengapa rantai motor berisik atau bunyi.

            1.3            Batasan Masalah
Terbentuknya batasan masalah yang terjadi karena luasnya ruang lingkup yang berkaitan dengan tugas matakuliah teknik perawatan mesin, dan keterbatasan kemampuan, biaya, waktu dan lain-lain. Maka permasalahan yang dibahas pada penelitian ini meliputi, kenapa terjadi karat pada rantai motor, mengapa bisa terjadi pengendoran pada rantai motordan mengapa rantai motor berisik atau bunyi.
           1.4            Tujuan Penulisan
           Adapun tujuan dari penilitian ini adalah :
1.      Memahami sistem pada rantai motor ?
2.      Memahami fungsi dan komponen yang ada pada rantai motor.






BAB II
LANDASAN TEORI

2.1        Pengertian Rantai
            Roller chain (rantai) merupakan komponen mesin yang digunakan untuk meneruskan power (daya) dari mesin melalui perputaran sprocket pada saat yang sama. Rantai mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa slip, jadi menjamin putaran daya yang tetap. Rantai sebagai penerus daya mempunyai keuntungan - keuntungan seperti: mampu meneruskan daya yang besar karena memiliki kekuatan yang besar, memiliki keausan kecil pada bantalan, dan mudah untuk memasangnya. Roller chain juga mempunyai efisiensi yang tinggi sehingga bagus digunakan dalam komponen mesin, terutama pada rangkaian timing dan penggerak roda belakang pada sepeda motor
2.2       Fungsi Rantai Motor
            Salah satu komponen yang mungkin sering terlewatkan oleh para pengendara bermotor adalah gear dan juga rantai. Gear dan juga rantai adalah sebuah komponen yang mungkin tergolong kecil, dan juga tidak terlalu mahal harganya, namun memiliki fungsi yang sangat penting. Sangat pentingnya, bahkan ketika gear dan juga rantai mengalami kekendoran, hal ini akan berpengaruh kepada performa motor para pengendara. Apa saja sebenarnya fungsi dari gear dan rantai pada sepeda motor?
1.      Sebagai penggerak roda
Fungsi gear dan rantai yang pertama pada sepeda motor adalah sebagai penggerak dari roda. Saat ini banyak motor menggunakan sistem penggerak roda belakang, karena dianggap paling efisien untuk menjalankan sebuah mesin yang menggunakan dua buah roda saja seperti sepeda motor. Fungsi ini sama seperti fungsi gear pada sebuah sepeda, yaitu berguna dan juga berfungsi untuk menggerakkan roda belakang pada sepeda motor. Jadi, tanpa adanya gear, jangan harap sepeda motor anda dapat berjalan.
2.      Sebagai pentransfer putaran mesin ke roda sepeda motor
Secara umum, gear  dan rantai memang berfungsi sebagai penggerak roda belakang, pada sepeda motor maupun pada sepeda biasa. Namun secara teknis, pada sepeda motor itu sendiri, gear memiliki fungsi yang didefiniskan sebagai pentransfer putaran mesin ke dalam roda, sehingga sepeda motor dapat berjalan. Pentransferan ini menggunakan prinsip putaran mesin, yang diatur dengan posisi gigi transmisi, yang kemudian, putaran mesin tersebut akan memutarkan bagian engine sprocket, yang kemudian ditransfer menjadi sebuah tenaga yang dapar memutar roda, menggunakan rantai yang tersambung dengan bagian gear belakang sepeda motor.
3.      Mengatur nafas perpindahan gigi pada motor
Kedua fungsi diatas adalah dua buah fungsi umum dari sebuah rantai dan gear pada sepeda motor. Ketika anda ingin mengubah dan mengutak atik performa kendaraan anda, terutama sepeda motor anda, maka gear juga merupakan salah satu hal yang bisa anda rubah untuk mendapatkan perbedaan berkendara. Salah satu fungsinya adalah dapat membantu mengatus nafas pada kendaraan bermotor, terutama sepeda motor anda.Ya, gear set pada sepeda motor menggunakan ukuran mata gear yang berbeda-beda. Kombinasi dari ukuran mata gear, bak gear depan (engine sprocket) dan juga gear belakang (rear sprocket) ini akan menghasilkan sebuah tenaga, dan juga nafas dari sepeda motor.
2.3        Jenis-Jenis Rantai
           Ada beberapa jenis rantai yang biasa diaplikasi pada motor baik jenis bebek ataupun sport. Nah, rantai roda yang umum dipakai ada beberapa  tipe 415, 420, 428, 428H dan 520. Untuk rantai di bawah 428, biasanya diaplikasi untuk jenis bebek. Sedangkan 428 dan 520 diaplikasi motor sport macam Scorpio (428) dan Tiger (520).
Khusus untuk Honda Supra X, dari pabriknya aplikasi 428. Untuk kepentingan modifikasi, substitusi gir dan rantai kerap dilakukan. Buat mengejar endurance atau biar lebih awet, umumnya aplikasi ukuran yang lebih besar. Seperti Yamaha Scorpio yang aslinya pakai rantai 428 bisa aplikasi rantai lebih besar milik Honda tiger (520). 
Selain angka, ada juga huruf. Seperti, kode rantai 420SB-102, 428H-116, dan 520V-106. Huruf SB berarti solid bushing. Solid bushing berarti bushing yang dibikin seperti pipa. Jenis bushing yang biasa seperti pelat ditekuk jadi seperti pipa. Huruf H artinya high tension yang membedakan bahan di pelat bagian dalam.
Rantai dengan kode H berarti pelat dalamnya lebih tebal. Rantai berkode H punya daya tahan minimum tarikan beban 2,1 ton. Sedang tanpa kode H, 1,70 ton. Artinya huruf V, spesial. V, tanda ada sil penahan gemuk di dinding luar bushing. Bushing dengan kode V termasuk kategori solid busing.
2.4             Komponen – komponen pada rantai

      Bagian-bagian dari rantai secara umum. Yang terdiri dari 5 komponen, yakni
1.       Plat Luar (outer sideplate).
Yang berfungsi sebagai penyambung antar pin, posisinya ada di paling luar.
2.      Plat Dalam (inner sideplate).
Yang berfungsi juga sebagai penyambung antar pin, tapi posisinya ada di dalam. Ini berfungsi sebagai "as rodanya" rantai.

3.      Roller.
Kalau ini adalah bagian yang kontak langsung dengan gigi sproket.
4.      Bos (bushing).
ini adalah pelindung antara roller dengan pin, agar pin tidak langsung bergesekan dengan roller.
5.      Pin
Ini berfungsi sebagai "as rodanya" rantai.










BAB III
PEMBAHASAN
 3.1       Flowchart Perawatan Rantai






3.1.1    Penjelasan Flowchart Perawatan Rantai
            1.      Alat dan bahan
            Yang pertama adalah periapkan alat dan bahannya
            2.      Bersihkan rantai pada saat motor sudah ‘hangat’.
Hangat yang dimaksud adalah kondisi sesaat setelah motor dipakai keliling alias setelahdigunakan. Ini penting karena supaya rantai motor lebih siap saat dibersihkan. Dan pastikan memposisikankan tegak dengan memanfaatkan standar motor tengah. Supaya memudahkan untuk membersihkannya.
       3.      Gunakan terlebih dahulu spray khusus untuk membasahi dan membersihkan rantai. 
             Setelah posisi motor pas, semprot spray khusus untuk membasahi dan membersihkan rantai motor. Spray ini penting untuk membuat rantai lebih mudah dibersihkan dari noda hitam membandel bekas oli atau debu jelanan. 
      4.      bersihkan rantai pakai sikat gigi bekas.
            Setelah disemprot dengan spray khusus, lanjutkan proses membersihkan dengan menyikat seluruh bagian rantai menggunakan sikat gigi bekas. Usahakan jangan ketinggalan satu bagian pun disaat membersihkan rantai, supaya rantai motor tidak cepat rusak atau karatan. 
        5.    membasuh rantai pakai air mengalir 
Jika proses menyikat sudah selesai, basuh rantai dengan menggunakan air mengalir. Tapi, jangan basuh rantai dengan menyemprotkan langsung airnya ke permukaan rantai.  Alirkan saja air dari selang ke permukaan rantai. Lebih dekat lebih baik supaya kotoran-kotoran yang menyangkut bisa mengalir bersama air. 
6.      semprot rantai pakai pelumas.
Jika proses membersihkan rantai sudah selesai semua. Jangan lupa keringkan rantai dan setelah itu langsung semprotkan pelumas ke permukaan rantai. 


3.2       Proses Perawatan Rantai
3.2.1    Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan untuk perawatan rantai adalah sebagai berikut : 
1.      Kain untuk membersihkan kotoran.
2.      Chainlube (Oli Pelumas Rantai) atau bisa pakai Oli mesin specs SAE 80 atau 90.
3.      Spray untuk membersihkan kotoran pada rantai
4.      Sikat untuk membersihkan sela-sela rantai.

3.2.2       Cara Merawat Sistem Pendingin Radiator
            1.      Periksa Rantai Secara Berkala.


Bukan hanya sekadar mengendurkan atau mengencangkan, namun mengatur pengunci pin sambungan pada rantai dan membersihkan kotoran-kotoran yang menempel. Jika Anda kerap melewati jalan yang berlubang dan sering melaju dengan kecepatan tinggi, posisi pin akan berpotensi berubah. Sebab beban rantai untuk menarik roda motor semakin berat. Idealnya adalah mengecek kondisi rantai tiap 1000km sekali.

2.         Bersihkan Rantai Motor Secara Rutin.



n                 Sering kita pakai pada cuaca hujan maupun panas, pasti rantai kita menjadi kotor dan berdebu. Pastikan kita rutin membersihkan rantai motor. Selain terlihat bersih, rantai motor kita  jadi lebih awet.

3.        Jangan Gunakan Oli Bekas Untuk Melumasi Rantai Motor.

                  Memakai oli bekas atau gemuk justru akan mengundang kotoran-kotoran yang akan menempel di rantai dan membuat rantai menjadi tidak awet. Lebih baik kita mengeluarkan kocek sedikit lebih banyak untuk membeli chain lube daripada repot mengganti rantai motormu yang rusak nantinya


4.         Memotong Rantai Satu Kali

  


Dengan memotong rantai satu kali adalah cara yang paling ideal dan jitu jika ingin awet. Sebab hal itu dapat menghindarkan kita pada kendurnya rantai.

5.    Gunakan Pelumas Khusus Rantai.


      Supaya rantai motor kita tetap awet, kita harus rajin-rajin menggunakan pelumas pada rantai motor kita. Pelumas rantai motor ini berfungsi untuk melumasi rantai motor kitasampai ke celah mata rantai. Selain itu, pelumas juga membantu membersihkan rantai motor kita

6.    Gunakan Gir Set Dan Rantai Asli!

      Penggunaan gear dan rantai palsu atau abal-abal akan sangat beresiko pada kerusakan. Terlebih lagi jika itu dari merek yang kurang terpercaya. Sangat disarankan untuk tetap menggunakan gear dan rantai asli dari bawaan motor. 

BAB IV
PENUTUP

4.1       Kesimpulan
Dari hasil penelitian penulis dapat menguraikan beberapa data tentang perawatan rantai, Roller chain (rantai) merupakan komponen mesin yang digunakan untuk meneruskan power (daya) dari mesin melalui perputaran sprocket pada saat yang sama. Rantai mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa slip, jadi menjamin putaran daya yang tetap. . Gear dan juga rantai adalah sebuah komponen yang mungkin tergolong kecil, dan juga tidak terlalu mahal harganya, namun memiliki fungsi yang sangat penting. Sangat pentingnya, bahkan ketika gear dan juga rantai mengalami kekendoran, hal ini akan berpengaruh kepada performa motor para pengendara